Penularan TBC Paru Terhadap Anak

by Admin on 25/10/2013

n_prod_224040Penyakit TBC bisa menyerang siapa saja, tua, muda dari berbagai usia. Setiap tahunnya Indonesia bertambah seperrempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya yang disebabkan oleh TBC. Indonesia merupakan negara ketiga terbesar dengan masalah TBC dunia.

KP dikenal juga dengan sebutanTBC Paru, KP adalah singkatan dari Koch Pulmonum. Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch, oleh karena itu untuk mengenang jasanya, bakteri tersebut dinamakan baksil Koch.

TBC dapat terjadi dimana saja di tubuh kita, di tulang, ginjal, usus, kulit, otak, tetapi lebih sering di paru. Jadi jika seseorang sedang diobati karena penyakit KP, itu berarti dia sedang diobati untuk penyakit TBC. TBC tidak ada hubungannya dengan asma maupun bronkitis.

TBC jika dibiarkan tanpa diobati tentu sangat fatal akibatnya. TBC merupakan penyakit menular. Jika putra/putri Anda terkena TBC, ada kemungkinan anggota keluarga yang tinggal serumah yang menularkan. Namun bisa saja terjadi di lingkungan sekitar yang kurang bersih, lembab, atau bisa juga terjadi di lingkungan sekolah, di dalam Bus/angkutan umum yang tidak terlepas dari kuman penyakit TBC. Jika TBC terjadi pada Anak-anak maka sumber infeksi tersebut umumnya berasal dari penderita TBC dewasa.

TBTBC paru-parudiagram

 

Penularan penyakit TBC

Cara penularannya melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk atau melalui percikan dahak penderita yang keluar saat batuk (beberapa ahli mengatakan bahwa air ludah juga bisa menjadi media perantara), bisa juga melalui debu, alat makan/minum yang mengandung kuman TBC. Kuman yang masuk akan berkembangbiak. Lamanya dari terkumpulnya kuman sampai timbulnya gejala penyakit dapat terjadi berbulan-bulan hingga tahunan.

Bakteri TBC dapat menular dan berkembang biak, terutama pada orang/anak dengan daya tahan tubuh rendah, dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh karena itu, penyakit TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening dll, meskipun yang paling sering terkena adalah paru-paru.

Gejala penyakit TBC

Gejala sistemik/umum
  • Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan.
  • Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
  • Perasaan tidak enak (malaise), lemah.
Gejala khusus
  • Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas melemah yang disertai sesak.
  • Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
  • Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
  • Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

Masa pengobatan penyakit TBC

Pengobatan penyakit TBC memerlukan waktu yang cukup lama. Bakteri TBC dapat hidup berbulan-bulan walaupun sudah terkena antibiotik, dimana bakteri TBC memiliki daya tahan yang kuat, sehingga penderita memerlukan waktu antara 6 hingga 12 bulan. Walaupun gejala penyakit TBC sudah hilang, pengobatan tetap harus dilakukan hingga tuntas, karena bakteri TBC sebenarnya masih berada dalam keadaan aktif dan siap membentuk resistensi terhadap obat. Kombinasi beberapa obat diperlukan karena untuk menghadapi kuman TBC yang berada dalam berbagai stadium dan fase pertumbuhan yang cepat.

Penyakit TBC dapat disembuhkan secara tuntas, apabila penderita mengikuti anjuran tenaga kesehatan untuk minum obat secara teratur dan rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan, serta mengkonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Pemberian gizi yang baik bagi penderita TBC

Obat untuk penderita penyakit TBC tergolong keras dengan efek samping yang juga keras (bisa merusak hati). Oleh karena itu jika seseorang sedang melakukan pengobatan TBC, maka sangat diperlukan gizi yang baik.

Disinilah mengapa pemberian suplemen Red Propolis Liquid S.Co sangat dianjurkan, karena dapat membantu menunjang pengobatan penyakit ini. Di dalam Red Propolis terdapat kandungan yang luar biasa. Red Propolis merupakan antibiotik alami yang membantu melawan penyakit, sangat bermanfaat untuk melindungi kita dari ancaman virus, bakteri dan jamur, membantu mengontrol radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker, sumber nutrisi sempurna serta bahan makanan kengkap dengan potensi tidak terbatas. Salah satu bahan istimewa yang terdapat di dalam propolis adalah Bioflavonoid. Bioflavonoid yaitu zat anti oksidan sebagai suplemen sel. Menurut Penelitian, kandungan Bioflavonoid pada satu tetes propolis setara dengan bioflavonoid yang dihasilkan dari 500 buah jeruk.

Pola hidup sehat membantu mempercepat penyembuhan penyakit TBC

22d692053220438fad61b2f633e9e0d7Lingkungan rumah yang bersih belum menjamin bahwa kita tidak terkena kuman penyakit TBC, karena bisa saja terkena ketika kita/anak-anak berada di lingkungan sekolah, kantin, bioskop, bus atau angkutan umum dll, termasuk juga orang sekitar yang tanpa disadari ternyata menderita TBC. Namun demikian, untuk memperkecil penularan penyakit, pola hidup sehat perlu diterapkan.

Pola hidup sehat merupakan kunci utama yang dapat membantu mempercepat penyembuhan penyakit TBC dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Termasuk juga menjaga kebersihan, lingkungan rumah yang cukup sinar matahari, dan menghindari orang yang sedang menderita penyakit TBC.

Kemungkinan tertular kembali bisa saja terjadi, jika lingkungan di sekitar rumah kurang bersih, bisa juga terkena dari lingkungan sekolah, kantor, kendaraan umum yang belum tentu bebas dari kuman TBC. Untuk itu, demi menjaga daya tahan tubuh anak yang pernah tekena penyakit TBC Paru, berikan makanan bergizi, 4 sehat 5 sempurna. Bisa juga digabung dengan pemberian suplemen seperti Red Propolis Liquid yang aman dikonsumsi Anak-anak.

Semoga bermanfaat…